Melahirkan normal sering menjadi opsi yang dipilih oleh ibu hamil. Bukan tanpa sebab, persalinan normal sering dipilih karena cenderung minim risiko.Meski demikian, tidak semua ibu hamil mengalami persalinan normal yang benar-benar mulus lho, Bun. Kemungkinan area otot vagina dan anus (perineum) yang robek juga sering kali terjadi saat persalinan normal.
Memasuki trimester ketiga, ibu hamil seharusnya sudah perlu mempersiapkan diri menghadapi persalinan.Bunda mungkin sudah mengetahui hari perkiraan lahir (HPL) ketika Melahirkan normal sering menjadi opsi yang dipilih oleh ibu hamil. Bukan tanpa sebab, persalinan normal sering dipilih karena cenderung minim risiko.Meski demikian, tidak semua ibu hamil mengalami persalinan normal yang benar-benar mulus lho, Bun. Kemungkinan area otot vagina dan anus (perineum) yang robek juga sering kali terjadi saat persalinan normal.
Robeknya perineum saat persalinan disebabkan oleh banyak faktor. Terkadang robekan ini meninggalkan rasa sakit setelah melahirkan. Apalagi bila robekan perineum cukup besar. Bila perineum robeknya terlalu besar, maka tak ada pilihan lain selain menjahitnya. Inilah kemudian yang dapat menimbulkan luka jahitan saat melahirkan.
Tapi tak usah khawatir dulu ya, Bun. Robeknya perineum saat melahirkan normal wajar terjadi kok. Robekan ini sebenarnya juga bisa Bunda atasi, asal Bunda tahu tips untuk menghindarinya.
Sebelum tahu tipsnya ketahui dulu penyebab dan cara penanganannya
Cara Mengurangi Rasa Sakit Pada Perineum Robek
Bila saat persalinan normal Bunda tak bisa menghindari perineum yang robek, tetap ada serangkaian tindakan yang bisa Bunda lakukan secara mandiri di rumah. Tindakan ini dapat membantu mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakitnya. Berikut ini cara-cara yang dapat Bundalakukan untuk mengatasi rasa sakit yang diakibatkan karena perineum yang robek:
1. Kompres air es
Kompres dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan yang timbul karena perineum yang robek. Tetapi jangan mengaplikasikannya langsung ke kulit, melainkan selalu bungkus dengan kain atau flanel dan kompres selama 30 menit selama beberapa hari pertama.
2. Mandi dengan air hangat
Mandi dengan air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri yang timbul. Bunda mungkin akan merasa lebih nyaman saat membersihkan diri menggunakan air hangat untuk membantu mengurangi rasa perih.
3. Memakai pakaian yang berbahan ringan
Kenakan bahan pakaian yang ringan, seperti katun dan celana dalam sekali pakai, dan hindari pakaian ketat.
4. Minum obat pereda nyeri
Minum obat pereda nyeri secara teratur jika diperlukan.
5.Menggunakan bantal yang nyaman
Menggunakan bantal cincin berbentuk donat yang dijual di toko-toko cukup membantu untuk mengurangi nyeri saat duduk. Saat duduk mungkin Mama merasa tidak nyaman karena masih ada luka dari perineum yang robek. Dengan menggunakan bantal cincin, setidaknya dapat membantu Bunda menemukan posisi yang nyaman saat duduk.
Biasanya luka pada perineum yang robek akan sembuh dengan sendirinya. Benang yang dipakai saat menjahit perineum yang robek pun dapat dengan sendirinya melebur.Luka seperti ini biasanya memakan waktu 7 sampai 10 hari untuk sembuh. Akan tetapi, hal ini berbeda pada tiap perempuan. Ada yang membutuhkan waktu sampai beberapa minggu sampai benar-benar pulih dan sembuh.
Penyebab Luka Jahitan saat Melahirakan normal
Luka jahitan saat melahirkan normal disebabkan karena perineum yang robek. Bila otot antara vagina dan anus ini robek, maka diperlukan beberapa jahitan untuk kembali menyatukannya. Namun hal ini tergantung dari seberapa besar robekannya. Robek yang tidak terlalu besar atau sedikit biasanya tidak memerlukan jahitan. Dilansir dari what to expect, robekan pada vagina dan perineum setelah melahirkan dapat dikelompokkan menjadi beberapa tingkat sesuai ukuran atau kedalamannya, yakni:
Tingkat 1
Robekan terjadi di lapisan kulit dan jaringan sekitar vagina, namun belum mencapai otot. Robekan yang sedikit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa proses penjahitan.
Tingkat 2
Robekan yang terjadi lebih dalam dan tidak hanya melibatkan kulit dan jaringan sekitar vagina, tapi juga otot. Robekan tingkat 2 sering kali perlu dijahit lapisan demi lapisan karena telah menembus otot.
Tingkat 3
Robekan tingkat 3 mencakup robekan pada kulit, otot perineum, hingga otot yang mengelilingi anus. Robekan ini tergolong parah dan harus dijahit di ruang operasi.
Tingkat 4
Robekan tingkat 4 lebih dalam dari otot anus, bahkan mencapai usus. Proses penjahitan pun juga harus dilakukan di ruang operasi. Pada robekan tingkat 4 komplikasi dapat terjadi, komplikasi tersebut dapat berupa inkontinensia tinja dan rasa nyeri yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan.
Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan
Meskipun tidak ada jaminan khusus untuk menjaga vagina agar tidak robek selama persalinan normal, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini tips melahirkan normal tanpa jahitan:
1. Pijat daerah perineum
Pijat daerah perineum dapat dilakukan saat minggu ke-34 kehamilan. Cara ini dilakukan untuk mengurangi risiko robekan yang dapat terjadi saat melahirkan. Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa dengan memijat perineum, Bunda dapat mengurangi risiko mengalami episiotomi.
Jika ini adalah pertama kalinya Bunda melahirkan, pijat area vagina dan perineum dengan lembut, lakukan pijatan ini seminggu atau dua kali seminggu. Hal ini akan membantu Mama mengendurkan otot-otot di sekitarnya saat mau melahirkan nanti.
2. Latihan senam kegel
Selama hamil, Bunda bisa rutin melakukan senam kegel ya. Senam kegel membantu menguatkan otot yang terhubung dengan kandung kemih, rahim, dan usus. Bunda bisa mengikuti kelas yoga online atau pun offline , contohnya kelas di Rumah Sehat Kasih Bunda
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang rutin berolahraga dan melakukan senam kegel selama hamil memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami robekan jalan lahir. Otot-otot panggul yang kuat bisa mencegah robeknya perineum saat melahirkan normal. Senam ini juga dapat mengurangi risiko urinasi seperti inkontinensia setelah persalinan.
3. Perhatikan posisi saat melahirkan
Posisi Bunda saat melahirkan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kemungkinan vagina atau perineum robek. Berbaring dengan kaki diangkat atau posisi setengah berbaring dapat menempatkan tekanan ke tulang ekor dan perineum, sehingga dapat meningkatkan peluang vagina untuk robek. Posisi yang disarankan untuk mengurangi kemungkinan vagina robek adalah dengan berbaring agak menghadap ke sisi kiri Bunda.
4. Ketahui kapan harus mengejan
Bunda perlu mempersiapkan dan mengontrol diri saat mengejan. Ketahui waktu yang tepat untuk mengejan agar vagina tidak robek. Sebelum mengejan untuk mendorong bayi Bunda keluar, sebaiknya atur pernapasan Bunda dengan baik. Ikuti intuisi Mama kapan harus mengejan dan juga ikuti instruksi dari dokter. Bila dokter mengatakan Mama harus mengejan, Maka Bunda harus mengejan. Jangan mengejan saat tidak dibutuhkan, karena hal ini dapat memperbesar risiko vagina untuk robek.
5. Gunakan kompres air hangat
Saat bayi sudah turun ke dasar panggul dan akan segera keluar, kompres air hangat mungkin cukup membantu untuk mengurangi risiko vagina yang robek. Hawa hangat dari kompres air dapat meningkatkan aliran darah ke daerah perineum dan membantu mengendurkan otot vagina Mama. Kompres air hangat juga dapat membantu Bunda dalam mengurangi rasa sakit saat mengejan.
Itulah informasi tentang penyebab, cara penanganan, dan tips melahirkan normal tanpa jahitan yang Bunda perlu tahu. Namun sebenarnya bagian terpenting dari semua itu adalah berdoa kepada Tuhan, agar selama proses persalinan berjalan lancar. Semoga informasi ini dapat berguna ya, Bunda!