Ibu mungkin sudah tidak asing dengan istilah air ketuban. Air ketuban adalah cairan berwarna kekuningan yang mengelilingi janin yang ada di dalam kandungan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, maka jumlah cairan ini pun semakin banyak. Air ketuban berfungsi sebagai pelindung janin dari benturan, membantu perkembangan paru-paru, dan lain sebagainya. Selengkapnya, baca di sini ya.
Ibu mungkin sudah tidak asing dengan istilah air ketuban. Air ketuban adalah cairan berwarna kekuningan yang mengelilingi janin yang ada di dalam kandungan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, maka jumlah cairan ini pun semakin banyak. Air ketuban berfungsi sebagai pelindung janin dari benturan, membantu perkembangan paru-paru, dan lain sebagainya. Selengkapnya, baca di sini ya.
Fungsi Air Ketuban
1. Mendukung Perkembangan Sistem Pencernaan
Sebagai produk metabolisme janin, air ketuban pada dasarnya memiliki peran utama dalam membantu pertukaran zat-zat antara Ibu dan bayi. Di samping itu, janin juga secara konstan menghisap dan menghembuskan cairan tersebut, sekitar 340 ml per hari, atau kurang dari 500 ml. Janin Ibu memuntahkan kembali kurang lebih setengah dari jumlah itu dan sisanya dikeluarkan dalam bentuk air seni. Di sisi lain, air ketuban diperbarui seluruhnya setiap tiga hari, jadi bukan merupakan kesatuan cairan yang sama sepanjang kehamilan.
2.Melindungi dari benturan
Air ketuban berfungsi sebagai penghalang fisik yang mampu melindungi si janin seperti semacam bantalan terhadap trauma, kecelakaan, dan lain sebagainya
3. Mencegah Infeksi
Selain itu, air ketuban merupakan bagian sistem imun seorang bayi, sebab air ketuban mengandung berbagai bahan kimiawi imun yang memerangi berbagai jenis virus dan bakteri merugikan.
4. Melapisi membran timpani
Fakta lain yang tidak kalah menarik, cairan ketuban melapisi kedua sisi membran timpani pada telinga bayi, sehingga getaran bunyi bisa masuk dari telinga luar menuju telinga dalam.
5. Mendukung perkembangan paru-paru
Para bayi juga membutuhkan air ketuban untuk perkembangan paru-paru mereka. Paru-paru seorang bayi yang baru lahir serupa dengan pembungkus plastik yang kusut. Pada saat janin menghisap air ketuban, ia merangsang produksi sejumlah jaringan paru-paru untuk berkembang. Akan tetapi, apabila terlalu banyak insulin pada bayi misalnya dalam kasus tertentu seperti diabetes selama hamil, bisa menghambat produksi zat surfaktan. Insulin tinggi bisa memperlambat perkembangan paru-paru dan menimbulkan stres pada bayi yang baru lahir.
6. Menyeimbangkan diri
Fungsi air ketuban bagi janin salah satunya yaitu untuk belajar menyeimbangkan dirinya dalam ruang selama terendam di dalamnya.
Cara mengatasi air ketuban pecah
Mungkin Ibu sudah mengetahui air ketuban yang pecah sebagai penanda bahwa bayi atau janin akan lahir. Tetapi bagaimana jika air ketuban pecah sebelum waktunya? Sebagai langkah siaga, berikut beberapa tips yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya.
• Jangan panik. Kemungkinan besar penyebab ketuban pecah dikarenakan kondisi Ibu yang sakit atau kecelakaan. Usahakan Ibu tidak banyak gerak dan mengatur nafas sebisa mungkin.
• Catat jam dan menit saat ketuban pecah. Langkah ini akan sangat berguna bagi tim medis atau dokter untuk mengetahui seberapa besar peluang janin untuk diselamatkan.
• Apabila Ibu mendapati ketuban sudah pecah, sesegera mungkin bawa ke bidan atau dokter kandungan guna mendapat penanganan yang benar dan cepat. Risiko infeksi dan janin terlalu banyak menelan air ketuban bisa dihindari.
Fungsi air ketuban sangat banyak dan penting bagi kandungan. Jagalah kesehatan diri Ibu agar masa kehamilan berjalan lancar hingga tiba saatnya melahirkan.