17 Jun 2024, 15:00

Menyusui adalah proses yang akan dilalui oleh ibu setelah menjalani persalinan. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan oleh ibu ketika memberikan ASI secara langsung pada bayi. Mulai dari meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan anak serta meningkatkan imun tubuh bayi yang baru saja dilahirkan.

Menyusui adalah proses yang akan dilalui oleh ibu setelah menjalani persalinan. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan oleh ibu ketika memberikan ASI secara langsung pada bayi. Mulai dari meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan anak serta meningkatkan imun tubuh bayi yang baru saja dilahirkan.

Namun, terkadang proses menyusui ASI tidak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang membuat ibu harus menunda memberikan ASI pada bayi, salah satunya ASI yang tidak keluar usai melahirkan. Lalu, apa penyebab ASI tidak keluar usai melahirkan? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Setelah menjalani persalinan, tentunya fase selanjutnya yang akan dijalankan oleh ibu adalah menyusui. Pengalaman menyusui tentunya akan dirasakan berbeda-beda oleh tiap ibu. Beberapa ibu bisa dengan mudah mendapatkan ASI dan menyusui, tetapi ada ibu yang kesulitan menyusui karena ASI tidak keluar usai melahirkan.

Sebaiknya kenali penyebab ASI tidak keluar usai melahirkan berikut ini:

1. Masalah Hormonal 

Adanya masalah hormonal pada ibu membuat proses menyusui menjadi lebih sulit. Memiliki riwayat PCOS, tiroid terlalu rendah atau tinggi, memiliki riwayat diabetes dan hipertensi, juga menjadi faktor yang bisa menyebabkan ASI tidak keluar usai melahirkan.  Pada beberapa kondisi, pengobatan melalui medis bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi. Selain itu, ibu juga bisa mengatasi masalah ini melalui klinik laktasi untuk menemukan perawatan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan ibu.

2. Stress 

Memiliki peran baru sebagai ibu tentunya membuat sebagian wanita merasa kewalahan. Bahkan, banyak ibu yang mengalami baby blues atau postpartum depression setelah persalinan. Stres yang diakibatkan oleh kedua kondisi ini dapat menyebabkan menurunnya stok ASI atau bahkan ASI tidak keluar usai melahirkan. Hal ini disebabkan adrenalin yang dilepaskan saat ibu mengalami stres membuat pelepasan hormon oksitosin menjadi terhambat. Oksitosin adalah hormon yang memiliki peran penting pada produksi ASI dan menyusui.

3. Dehidrasi 

Sebaiknya penuhi kebutuhan air putih setiap harinya, khususnya bagi ibu hamil. Dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya air ketuban yang memicu gangguan pada janin. Selain itu, dehidrasi juga membuat produksi ASI menjadi berkurang atau terhambat. Untuk itu, sangat penting memastikan ibu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya. 

4. Obesitas 

Perhatikan kenaikan berat badan selama menjalani kehamilan. Mengalami obesitas bisa menjadi salah satu penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan.Obesitas bisa memicu kondisi resistensi insulin. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan ibu mengalami penurunan kuantitas ASI sehingga kesulitan untuk menyusui usai melahirkan.

Lakukan ini agar kuantitas ASI baik setelah melahirkan 

Sebaiknya konsultasikan masalah kuantitas dan kualitas ASI di Rumah Sehat Kaih Bunda  untuk mengatasi masalah yang ibu alami. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kuantitas ASI, seperti:

• Melakukan pijat laktasi 

• Mengkonsumsi air putih lebih banyak untuk meningkat kan jumlah ASI 

• Lakukan proses menyusui sesering mungkin 

• Ibu juga bisa melakukan pumping saat bayi tertisur agar prosuksi untuk meningkatkan jumlah asi 

• Atasi stress yang di alami bunda 

• Carilah dukungan dari pasangan,keluarga dan kerabat terdekat agar ibu semangat dalam menjalani proses menyusui 

• Mengkonsumsi makanan sehat yang bisa membantu melancarkan proses menyusui 

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah ASI setelah melahirkan. Ibu juga perlu menjaga kesehatan agar proses menyusui dapat berjalan dengan baik. Jangan lupa penuhi kebutuhan vitamin dengan mengonsumsi berbagai suplemen.