Gangguan psikologis setelah melahirkan dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, atau bahkan lebih lama. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat dan bantuan psikiater, terlebih jika gangguan psikologis yang dialami berlangsung lebih dari dua minggu. Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab utama terjadinya gangguan psikologis setelah melahirkan. Hanya saja, diketahui ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya gangguan ini, termasuk faktor hormonal, lingkungan, emosional, hingga faktor genetik.
Momen pasca persalinan dapat menjadi hal yang menyenangkan, sekaligus memicu fluktuasi perasaan dan emosi. Sebab, bisa saja kegembiraan yang awalnya ibu rasakan, tiba-tiba berubah menjadi kecemasan atau bahkan ketakutan. Alhasil, kondisi tersebut rentan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mental pada ibu pasca melahirkan. Gangguan psikologis dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada ibu yang baru saja melahirkan. Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Pada beberapa kasus, gangguan psikologis setelah melahirkan dapat memicu tindakan yang mampu mencelakai anak atau dirinya sendiri.
Gangguan psikologis setelah melahirkan dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, atau bahkan lebih lama. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat dan bantuan psikiater, terlebih jika gangguan psikologis yang dialami berlangsung lebih dari dua minggu. Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab utama terjadinya gangguan psikologis setelah melahirkan. Hanya saja, diketahui ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya gangguan ini, termasuk faktor hormonal, lingkungan, emosional, hingga faktor genetik.
Apa saja gangguan mental pada ibu bersalin ?
1. Baby blues
Baby blues jadi salah satu masalah mental setelah melahirkan yang paling banyak dibicarakan orang. Baby blues, kata Kantiana, biasanya muncul pada periode dua minggu setelah proses persalinan. Baby blues bisa dibilang sebagai gangguan jiwa ringan pada wanita yang memasuki fase baru sebagai ibu dalam kehidupannya. Gangguan ini biasanya hilang dalam kurun waktu dua minggu hingga satu bulan saja. Baby blues ini biasanya ditandai dengan emosi yang tidak stabil. Misal menangis berlebihan, merasa sedih, bingung, cemas, dan perasaan terganggu yang tidak bisa dijelaskan," kata dia. Baby blues, kata dia, bisa muncul karena perubahan hormon wanita dari fase hamil ke melahirkan. Kondisi ini diperparah dengan rasa lelah fisik yang pasti dialami wanita setelah melahirkan. Meski wajar dan tergolong ringan, tapi baby blues tak boleh disepelekan. Jika kondisi ini bertahan lebih dari satu tahun, ibu disarankan untuk segera meminta bantuan professional
2. Depresi postpartum
Depresi postpartum bisa muncul setelah baby blues yang tak tertangani. Jenis gangguan mental ini tergolong sedang dan bisa dialami para ibu selama kurang lebih satu tahun.
Gangguan ini memiliki gejala yang mirip dengan baby blues, tapi dalam tingkatan yang sedikit lebih parah. Kondisi ini juga bisa muncul karena ibu kurang mendapat dukungan dari keluarga dan orang di sekitarnya. Bahkan pada kasus yang lebih parah, ibu bisa memiliki pikiran untuk membunuh anaknya sendiri. Mereka bisa merasa sangat terganggu dan tidak berharga sebagai ibu hingga berpikir untuk mengakhiri peran itu dengan menghilangkan anaknya sendiri.
Maka dari itu, penting untuk tidak mengabaikan dan selalu menjaga kesehatan mental ibu pasca persalinan melalui beberapa cara yang dapat dilakukan. Penasaran apa saja? Yuk konsultasi di Rumah Sehat Kasih Bunda dan dapatkan layanan yang mendukung kesehatan mental dan fisik bunda selama nifas.