Hampir sebagian besar ibu menyusui mengalami puting lecet saat menyusui. Jika Busui salah satunya, tidak perlu terlalu panik, ya. Sebenarnya, mengatasi puting yang lecet bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, kok.
Seorang ibu tentu akan mengusahakan segalanya untuk kebaikan buah hatinya. Termasuk dalam berusaha untuk memberikan ASI eksklusif pada anak hingga dirinya genap berusia dua tahun. Kendati demikian, selama masa menyusui, pastinya ada tantangan yang juga perlu dihadapi oleh seorang ibu. Salah satunya adalah munculnya rasa sakit pada payudara. Perlu diketahui bahwa sakit di payudara ini dapat disebabkan oleh beberapa hal.
Hampir sebagian besar ibu menyusui mengalami puting lecet saat menyusui. Jika Busui salah satunya, tidak perlu terlalu panik, ya. Sebenarnya, mengatasi puting yang lecet bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, kok.
Puting lecet saat menyusui biasanya terjadi di minggu pertama setelah melahirkan. Sebagian ibu mengalami lecet ringan yang membaik dalam beberapa hari. Namun, ada pula yang mengalami lecet hingga berminggu-minggu lamanya. Penyebabnya bisa banyak, mulai dari cara menyusui yang salah hingga adanya infeksi.
da banyak hal yang bisa membuat puting payudara lecet saat menyusui, di antaranya:
1. Cara menyusui yang salah
Penyebab puting lecet yang paling umum adalah pelekatan yang tidak sempurna. Ini bisa terjadi ketika puting dan bagian sekitar payudara tidak masuk dengan benar ke dalam mulut bayi.
Meski awalnya hanya menyebabkan sakit atau tidak nyaman saat menyusui, lama-kelamaan hal ini bisa membuat puting terluka.
2. Infeksi payudara
Puting lecet saat menyusui juga bisa menjadi tanda adanya infeksi atau peradangan pada jaringan payudara, yang disebut mastitis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menginfeksi jaringan payudara melalui luka di puting maupun saluran air susu. Biasanya, bakteri ini berasal dari mulut bayi dan permukaan kulit payudara.
3. Saluran susu tersumbat
Saluran susu yang tersumbat akan membuat ASI sulit untuk keluar, akibatnya bayi akan menyedot lebih kuat dan akhirnya puting pun terasa sakit. Tersumbatnya saluran susu juga bisa menyebabkan timbulnya benjolan di payudara yang jika dibiarkan akan memicu terjadinya peradangan, puting lecet, bahkan infeksi.
4. Infeksi jamur
Umumnya, bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Oleh sebab itu, bayi rentan mengalami infeksi, termasuk infeksi jamur pada mulut dan lidah. Nah, jamur ini bisa saja menempel pada puting ibu saat bayi menyusu.
Jika puting terinfeksi, maka akan timbul gejala berupa lecet, kemerahan, gatal, permukaan puting terlihat mengkilap, dan payudara terasa nyeri saat menyusui atau setelahnya.
5. Tali lidah atau tongue-tie
Selain infeksi jamur, masalah tali lidah atau tongue-tie juga bisa membuat bayi kesulitan mengisap puting saat menyusu. Hal tersebut kemudian bisa menyebabkan puting Busui menjadi lecet atau nyeri pada saat menyusui.
6. Gesekan pompa ASI atau mulut bayi
Puting lecet juga bisa disebabkan oleh penggunaan pompa ASI yang tidak benar atau kesalahan posisi menyusui. Akibatnya, gesekan pada saat menyusui atau memompa ASI membuat puting melepuh, menimbulkan luka, dan terasa nyeri.
Mulai dari memilih posisi menyusui yang ideal hingga menggunakan pelembap, berikut cara mengatasi payudara lecet:
1. Pilih posisi menyusui yang ideal
Ketika akan menyusui Si Kecil, pastikan agar ibu dan bayi dalam posisi yang nyaman. Posisi paling ideal adalah Si Kecil harus menghadap ke arah payudara. Dan buat posisi ibu agar puting pas di mulut bayi. Jika menyusui sambil berbaring di tempat tidur, ibu juga mesti memutar posisi berbaring sesuai dengan di payudara sebelah mana Si Kecil menyusu.
2. Istirahatkan putting susu
Jika puting susu terluka, sebaiknya hindari mengenakan bra dan terkena gesekan pakaian sementara waktu. Bila puting susu sudah terluka, biarkan puting tersebut terkena udara bebas sejenak setelah menyusui. Lindungi puting susu dari gesekan pakaian untuk sementara waktu.
3. Keringkan payudara
Gunakan nursing pad untuk mengeringkan payudara yang basah setelah menyusui. Jika nursing pad yang digunakan sudah basah sebaiknya langsung ganti yang baru. Penggunaan nursing pad seharusnya tetap bersih dan tidak lembap agar tidak menjadi sarang bakteri.
4. Oleskan ASI
Obat alami dari puting susu yang terluka adalah ASI itu sendiri. Jadi oleskan ASI pada luka di puting. Selanjutnya, biarkan ASI yang dioleskan kering dengan sendirinya agar proses penyembuhan luka berjalan optimal.
5. Gunakan pelembab
Puting susu sebenarnya dilindungi oleh kelenjar keringat dan kelenjar minyak kulit. Maka dari itu, penggunaan pelembab yang mengandung lanolin bisa mencegah dan menyembuhkan luka pada puting susu. Bersihkan dulu puting susu sebelum mulai menyusui lagi.
6. Mandi dengan air hangat
Ibu juga dapat mandi dengan air hangat setiap selesai menyusui. Selanjutnya, ibu bisa menggunakan kompres hangat dan lembab ke area payudara yang sakit untuk membantu penyembuhannya. Selain itu, ibu juga dapat membeli pembalut yang dirancang khusus untuk payudara dan puting.
Itulah beberapa cara untuk mengatasi payudara lecet akibat menyusui. Masalah kesehatan ibu dan anak memang menjadi prioritas utama saat periode menyusui. Terutama bagi para ibu baru yang biasanya memiliki rasa khawatir berlebihan jika sudah menyangkut masalah kesehatan anak.
Begitu juga mengenai kesehatannya sendiri, ibu akan cenderung mencari cara untuk lebih cepat sembuh ketika sakit. Masalah payudara yang lecet sudah menjadi “sakit” yang biasa diidap oleh ibu yang sedang menyusui. Jadi tidak perlu merasa malu, terutama pada suami. Bunda juga bisa atasi masalah dengan menghadirkan layanan pijat laktasi di Rumah Sehat Kasih Bunda dan dapatkan info-info menarik dari tenaga kesehatan yang terbaru. Yuk konsultasikan keluhan bunda di Rumah sehat kasih bunda