26 Okt 2023, 15:00

Setelah anggota kelurga baru lahir kedunia , ada banyak perubahan yang akan di alami oleh bunda. Bunda tentunya merasa senang karna malaikat kecil telah lahir melengkapi keluarga kecil bunda. Namun , bunda mungkin juga akan lebih sensitif secara emosional. Selain itu bunda juga mudah lelah dan banyak lagi perubahan yang bunda alami.

Setelah anggota kelurga baru lahir kedunia , ada banyak perubahan yang akan di alami oleh bunda. Bunda tentunya merasa senang karna malaikat kecil telah lahir melengkapi keluarga kecil bunda. Namun , bunda mungkin juga akan lebih sensitif secara emosional. Selain itu bunda juga mudah lelah dan banyak lagi perubahan yang bunda alami. 

Bisa jadi ini sei sebabkan oleh ketidakseimbangan hormon bunda alami setelah melahirkan. Lebih dari 50% ibu mengalami perubahan emosi langsung sejak melahirkan hingga kurun waktu 2 minggu. Hal itu juga berkaitan dengan perubahan psikologis ibu setelah melahirkan.

Mengapa terjadi ? salah satunya karena perubahan hormone setelah melahirkan yang luar biasa. Pada saat hamil, level hormone Esterogen dan Progesteron meningkat. Setelah melahirkan, level kedua hormone itu menurun drastis sehingga memicu insomnia, kecemasan, kesulitan berkonsentrasi yang bisa berujung pada depresi.

Hormon Esterogen turun sampai 90% dalam 3 jam pasca melahirkan dan berkelanjutab secara lambat sampai hari-7 pasca melahirkan untuk mencapai kadar rendahnya. Esterogen akan kembali normal sekitar 3 minggu pada wanita menyusui. Berbeda pada wanita yang tidak menyusui Esterogen akan lambat kembali normalnya.


Bagaimana cara mengembalikan keseimbangan hormon ?

Ketidakseimbangan hormon ini mungkin tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat bunda merasa lebih baik:


1. Kelola stres: Beberapa pemicu stres memang tidak dapat dihindari, tetapi Mums dapat mengelolanya dengan strategi tertentu. Mulai dari latihan kesadaran, meluangkan waktu untuk me time, membuat jadwal harian, meminta bantuan, hingga berkomunikasi secara jujur dengan orang-orang terkasih.

2. Tetap aktif: Ada banyak manfaat aktivitas fisik untuk hormonal, seperti meningkatkan aliran darah ke otot, sensitivitas reseptor hormon, dan mengangkut asam amino, dan dengan demikian meningkatkan pengiriman nutrisi dan sinyal hormon.

3. Makan dengan baik: Makanan bergizi dapat membantu mendukung kesehatan hormonal. Lemak sehat, seperti omega-3 dapat mencegah peningkatan kadar kortisol selama stres kronis. Protein juga membantu tubuh memproduksi hormon yang berasal dari protein.

4. Tidur cukup: Tidur yang buruk dikaitkan dengan kacaunya hormon, termasuk insulin dan kortisol. Untuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Mintalah bantuan dari orang-orang terdekat untuk membantu mengurus pekerjaan rumah.

5. Temui dokter : Jika Mums khawatir masalah hormonal pascapersalinan memberikan efek negatif pada kesehatan Mums dan kesejahteraan bayi, buatlah janji dengan dokter.

6. Yoga: Berlatih yoga membantu mengurangi kecemasan, stres, dan sulit tidur yang pada gilirannya membantu memulihkan keseimbangan hormon.

7. Vitamin D: Penuhi kebutuhan vitamin D dengan berjemur di bawah sinar matahari, mengkonsumsi suplemen vitamin D, dan makan makanan yang kaya akan vitamin D. Mencukupi kebutuhan vitamin D akan membantu mengontrol produksi serotonin, adrenalin, dan estrogen.

8. Hindari alkohol dan kafein: Mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan kafein menyebabkan dominasi estrogen.

9. Hindari produk kedelai: Kedelai mengandung zat yang mirip dengan estrogen dan menekan fungsi tiroid. Jadi, lebih baik hindari produk kedelai, seperti susu kedelai dan sereal berbasis kedelai.


Ketidakseimbangan hormon memang menjadi hal yang umum dialami bunda  setelah melahirkan. Namun, jangan biarkan hal ini mengganggu kesejahteraan bunda dan bayi. Segera sadari jika bunda mengalami gejala ketidakseimbangan hormon dan untuk mengatasinya bunda boleh lakukan hal-hal yang bisa menyenangkan hati bunda, saat si kecil sedang beristirahat.