13 Jul 2024, 15:00

Cara merawat bayi baru lahir seringkali menjadi tantangan sendiri bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai anak. Sebab, tak bisa dipungkiri bayi newborn akan sangat membutuhkan perhatian lebih di momen-momen awal kehidupannya.

Cara merawat bayi baru lahir seringkali menjadi tantangan sendiri bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai anak. Sebab, tak bisa dipungkiri bayi newborn akan sangat membutuhkan perhatian lebih di momen-momen awal kehidupannya. 

Bagi orang tua baru, kehadiran bayi tidak hanya mendatangkan kebahagiaan tetapi juga mungkin kekhawatiran. Banyak pasangan yang baru memiliki anak merasa kebingungan dalam merawat bayi baru lahir.

Selain mempersiapkan segala perlengkapan untuk menyambut kehadiran Si Kecil, Anda dan pasangan juga harus membekali diri dengan keterampilan dalam merawat bayi baru lahir. Pengetahuan dan keterampilan tersebut akan lebih memudahkan Anda dalam menjalani peran sebagai orang tua baru.

1. Lakukan skin to skin

Cara merawat bayi baru lahir pertama yaitu melakukan skin to skin untuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD).Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, skin to skin atau kontak kulit antara Mama dan si Kecil dapat membantu menghangatkan bayi secara alami dan menjaga suhu bayi tetap stabil.Skin to skin juga membantu bayi mencari puting Mama untuk memulai inisiasi menyusui dini dengan mencari puting. Pada saat ini pula bayi akan mendapatkan ASI pertama yang disebut kolostrum. Jika setelah satu jam kontak kulit ke kulit si Kecil belum mulai menyusui, Bunda bisa mendekatkan bayi ke puting untuk meneruskan kembali proses tadi sekitar 30 menit sampai 1 jam.

2. Merawat dan menjaga kebersihan tali pusat 

Cara merawat bayi baru lahir kedua ialah merawat dan menjaga kebersihan tali pusar bayi. Tali pusar bayi yang baru lahir umumnya akan mengering dan akan terlepas dengan sendirinya pada usia 7 hari. Meski begitu, tak menutup kemungkinan tali pusar bisa saja terlepas hingga bayi berusia 10-14 hari.  Menurut ketentuan medis, tali pusar tidak perlu perawatan khusus. Pemberian jamu-jamuan, cairan obat, atau dicuci dengan sabun pun tidak diperlukan. Tali pusar juga tidak perlu dibungkus dengan kain kasa yang kering, dan jangan ditutup dengan popok maupun gurita. Cara merawat tali pusat bayi yang baru lahir cukup dengan menjaganya tetap kering dan bersih. Usahakan agar tali pusat bayi tidak basah, tidak terkena air seni maupun feses. Jika tali pusat kotor, segera lap dengan waslap yang direndam dengan air bersih lalu keringkan dengan kain bersih. Namun setiap kali ingin membersihkan tali pusarnya, cuci tangan terlebih dahulu dan keringkan tangan Mama dengan benar. Jika terdapat tanda infeksi seperti kemerahan atau bengkak pada tali pusar ataupun kulit di sekitarnya, atau berbau busuk dan terlihat nanah, segera konsultasikan dengan dokter.

3. Menyusui bayi dengan benar 

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda lapar dan ingin menyusu maka ia akan mengepalkan tangan, memasukkan tangannya ke dalam mulut, mengeluarkan suara seperti mengecap-ngecap, hingga menangis. Sebaiknya, jangan tunggu sampai ia menangis baru disusui, Ma. Susuilah sesuai keinginannya dan jangan dijadwal. Normalnya, bayi akan menyusu selama 5-30 menit. Jangan lupa untuk sendawakan bayi setiap selesai menyusu dengan cara menggendong dan meletakkan bayi di dada Mama sambil menepuk-nepuk bagian punggungnya dengan lembut sampai bersendawa.


4. Pantau berat badan bayi 

Bayi yang baru lahir memiliki banyak cairan tubuh dan akan cepat hilang dalam beberapa hari. Hal itu akan memengaruhi berat badan bayi yang berkurang 1/10 dari berat saat lahir selama lima hari pertama. Tapi Mama tak perlu khawatir karena berat badan bayi akan naik kembali dalam lima hari berikutnya. Pada hari kesepuluh, berat badan si Kecil akan kembali ke saat pertama kali ia dilahirkan.Sebagian besar bayi akan tumbuh dengan cepat setelah kembali ke berat badan lahirnya, terutama selama masa pacu tumbuh (growth spurt) pada hari ketujuh sampai hari kesepuluh, dan pada minggu ketiga sampai minggu keenam. Rata-rata pertumbuhan berat badan bayi berkisar 20-30 gram per hari hingga usia 1 bulan. Pada usia tersebut, normalnya berat badan si Kecil sudah mencapai 4 kilogram, Ma. Mama tidak perlu memaksakan untuk melepas tali pusar, kok, karena bisa berisiko menimbulkan perdarahan dan infeksi.  Waspadai tanda-tanda infeksi jika tali pusar bayi berbau, bernanah, kemerahan, dan nyeri ketika ditekan, ya, Ma. Lalu, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

5. Pahami waktu tidurnya 

Cara merawat bayi baru lahir berikutnya adalah dengan memahami waktu tidur si Kecil sesuai usianya.Tahukah, bun? Dalam sehari, total waktu tidur bayi bisa mencapai 20 jam per hari. Biasanya, ini akan terbagi dalam 20 menit hingga empat jam. Perawatan bayi baru lahir bisa dengan membuat suhu kamar menjadi sejuk, artinya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, serta mendapatkan cahaya dan ventilasi yang cukup. Posisi tidur bayi yang dianjurkan adalah telentang. Mengapa demikian? Tujuannya adalah untuk mencegah sindrom kematian mendadak (SIDS), bun. Pastikan ia tidur menggunakan alas yang rata dan tidak terlalu lembut. Hindari pula menggunakan benda-benda yang dapat menutup area kepala bayi.

6. Memandikan bayi dengan benar 

Cara merawat bayi baru lahir poin keenam ialah memandikan si Kecil dengan benar.Ketika baru lahir, bayi sebenarnya belum perlu dimandikan, lho, bun. Ini karena bayi masih memiliki lapisan lemak pelindung kulit yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuhnya, bun. Setelah 6 jam lebih, bayi boleh dilap dengan air hangat menggunakan waslap. Selama tali pusat belum terlepas, ia cukup dimandikan dengan air hangat dan diseka menggunakan waslap atau spons. Jika tali pusat sudah terlepas, bayi boleh dimasukkan ke dalam bak mandi berisi air hangat. Namun, Mama perlu berhati-hati jangan sampai kepala bayi terendam dalam air. Gunakan air hangat suam-suam kuku, sabun, dan sampo khusus bayi.

Oh ya, Bun, sebaiknya tidak memandikan bayi yang baru lahir di waktu terlalu pagi ataupun terlalu sore, ya! Kemudian saat memandikannya, pastikan Bunda tidak melewatkan bagian-bagian tubuh yang penting sebagai berikut.

• Bersihkan area mata bayi dari bagian dalam ke luar menggunakan kapas yang telah dibasahi air hangat.

• Jika kulit kepala bayi terdapat cradle crap (kerak), bersihkan dengan baby oil terlebih dahulu. 

• Bersihkan pula bagian belakang telinga bayi. Kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga, karena kotoran akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak. 

• Lubang hidung bayi tidak perlu dibersihkan secara khusus, cukup dengan mengelapnya saat dimandikan.

• Usap mulut dan lidah bayi menggunakan kasa steril.

• Memotong kuku bayi secara berkala.

Kesimpulannya, merawat bayi baru lahir bukan hanya soal memperoleh asupan nutrisi hariannya, tetapi juga memerlukan bantuan saat buang air, membersihkan tubuh, mandi, bahkan tidur. Nah bunda juga bisa nih ikuti kelas perawatan bayi barulahir selama kehamilan RSKB atau sesudah lahiran bunda bisa hadirkan tenaga kesehatan untuk membantu bunda merawat sang buah hati yuk hadirkan layanannya hubungi langsung ke Rumah Sehat Kaih bunda ya bun